1. KULIAH DARING :

*Keresahan Mahasiswa

  • Metode perkuliahan selama pandemi dianggap kurang efektif oleh mahasiswa, ilmu dan materi yang didapat kurang maksimal karena kurangnya interaksi antar mahasiswa dengan dosen. (Beberapa mahasiswa merasa kesulitan memahami materi, tetapi merasa tidak enak (pekewuh) dengan dosen apabila bertanya atau meminta keringanan karena adanya gap komunikasi antara mhs & dosen)
  • Biaya kuliah dibayar full tetapi mahasiswa tidak mendapat fasilitas yang sepadan terutama untuk mata kuliah laboratorium yang mana mahasiswa tidak cukup hanya mendengarkan saja tetapi juga perlu praktek langsung dengan fasilitas yang memadai ditambah tidak adanya modul pegangan yang bisa digunakan untuk belajar. (Modul Lab. hanya dapat e-book; Beberapa asisten dosen susah dihubungi)
  • Di beberapa mata kuliah, persentase pemberian tugas dan materi tidak seimbang. Mahasiswa menerima lebih banyak tugas dari pada materi yang diajarkan. (Ada dosen yg hanya absen “kurang dr 14 pertemuan”; Hanya memberi tugas; Jam diluar jadwal bahkan sampai larut malam)
  • Kendala jaringan yang dialami mahasiswa terutama yang di daerah pedesaan membuat materi yang disampaikan tidak tersampaikan dengan maksimal. (Hanya dijam tertentu jaringan mhs lancar)
  • Pertemuan kelas yang dilakukan melalui Sistem Informasi Mahasiswa Unissula sering mengalami error. (BBB sering error di audio ketika live class)
  • Informasi akademik belum di sosialisasikan secara jelas dan terstruktur

* Tanggapan

  • Prof. Hj. Olivia Fachrunnisa, SE., M.Si., Ph.D Kemampuan beradaptasi antara dosen dan mahasiswa berbeda-beda. Mengapa proses pembelajaran kurang nyaman antara dosen dan mahasiswa? Karena selain faktor dari tenaga pengajar/dosen, para mahasiswa sendiri juga kurang aktif dalam proses pembelajaran. Untuk rancangan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) telah dibuat. Tentu hal ini membuka pintu agar bisa melakukan kegiatan di kampus dengan prokes, namun bukan untuk kegiatan perkuliahan.
  • Dr. Hendar, SE., M.Si. Dari pihak dosen juga menyadari bahwa seorang dosen tidak mempunyai kualitas tertentu karena variasinya sangat luar biasa dan pihak pimpinan sudah memberikan arahan supaya tetap interaktif kepada mahasiswa. Tetapi, banyak juga mahasiswa ketika kegiatan perkuliahan kurang interaktif. Sebagai contoh, kamera saja dalam kondisi off. Maka para dosen tidak bisa lebih interaktif kepada mahasiswanya jika hal tersebut selalu dilakukan. Hal ini menjadikan perkuliahan selama pandemic menjadi kurang efektif karena kurangnya interaksi. Rencananya untuk ujian kedepannya bisa dilakukan secara offline dengan prokes. Tidak ada dosen yang memberikan tugas diluar materi pembelajaran. Karena tugas tersebut diberikan dengan tujuan untuk memberikan sebuah pembelajaran supaya mahasiswa sungguh-sungguh mencari dan menemukan, dan juga supaya mahasiswa bisa berkembang. Sebenarnya tujuan dari pemberian tugas itu baik, dengan diberi banyak tugas sama saja seperti praktek, dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara langsung. Untuk SIM sendiri, memang dalam masa perbaikan, dan akan diperbaiki terus menerus agar aksesnya bisa lancar.
  • Dr. Luluk Muhimatul Ifadha, SE., M.Si., Akt. Bagi mata kuliah laboratorium yang belum mendapatkan modul dapat menyampaikan kepada jurusan masing-masing.
  • Mutoharoh, SE., M.Sc. Kuliah mau dibuat seinteraktif dan semenarik apapun dosennya kalau mahasiswanya sendiri tidak antusias maka kuliahnya tidak akan seru karena kuliah butuh keterlibatan dari 2 pihak yang mana dosennya berusaha interaktif mahasiswanya juga harus antusias. “Follow Ig Fakultas Ekonomi dan Ormawa”.

2. PERPUSTAKAAN FE UNISSULA

*Keresahan Mahasiswa

  • Kurangnya sosialisasi tentang keberadaan perpustakaan FE Unissula. (Terutama utk mhs angkatan 2020/2021 yg blm pernah mengunjungi kampus secara langsung. Jadi harapannya, pihak yg berwenang mengelola perpustakaan utk memberikan sosialisasi terkait adanya fasilitas perpustakaan terutama dimasa pandemi)
  • Mohon dibuat sistem peminjaman buku secara online. (Digitalisasi peminjaman buku; Ebook yg berintegritas & jurnal dr kakak” tingkat yg sdh selesai studi) Saat pandemi operasional perpustakan belum maksimal.
  • Ketika masih kuliah luring, pelayanan perpustakaan FE Unissula sudah berjalan dengan baik.
  • Sistem peminjaman buku di perpustakaan kurang efisien.

* Tanggapan

  • Dr. Luluk Muhimatul Ifadha, SE., M.Si., Akt. Perpustakan ke referensi online lalu ke perpustakan pusat langsung minta Whatsapp perpustakan saja. Untuk jurnal atau Repoitory akan diintegrasikan ke Sistem Informasi Manajemen (SIM) baru dirancang

3. PELAYANAN TATA USAHA VIA DARING

*Keresahan Mahasiswa

  • Pelayanan TU sudah cukup baik dan cepat dalam merespon tanggapan mahasiswa walaupun saat ini perkuliahan secara daring. (Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari mahasiswa pelayanan dari staff TU sudah baik dan cepat dalam merespon mahasiswa seperti ketika mengurus administrasi atau yang berkaitan dengan kelulusan dibantu dan diarahkan dengan baik semoga kinerja pelayanan TU yang seperti ini tetap dipertahankan dan dilaksanakan seperti sebagaimana mestinya)
  • Ada beberapa staff TU ketika ada mahasiswa yang memiliki kepentingan terkadang diarahkan untuk ke staff TU yang lain. (Namun ada beberapa staff yang mengarahkan ke staff TU lain ketika mahasiswa memiliki kepentingan dengan TU. Padahal mahasiswa bertanya dengan harapan mendapat jawaban dari apa yang mereka pertanyakan. Mungkin kedepannya dapat menyempatkan untuk memberikan jawaban dan apabila tidak mengetahui, kami memohon untuk dapat diberikan kejelasan tentang apa yang kita pertanyakan dan tidak melemparkannya ke staff TU lain.)
  • Akan lebih baik apabila dapat mencatumkan Contact Person TU dan pembagian tugasnya di sosial media untuk bertanya mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh mahasiswa. (Berhubungan dengan diarahkannya mahasiswa dari satu staff ke staff yang lain, mungkin karena itu tidak sesuai dengan pembagian kerja staff TU. Dan dari mahasiswa pun tidak mengetahui secara jelas bagaimana pembagian tugas staff satu dengan yang lain mungkin akan lebih baik apabila di sosial media FE mencantumkan CP TU beserta pembagiann tugasnya yang berhubungan dengan mahasiswanya sehingga para mahasiswa dapat bertanya sesuai dengan kapasitas dari staff TU yang ada.)

*Tanggapan

  • Sunarti Semua pengumuman mengenai KRS sudah ada di Ig Fe Unissula tapi masih ada mahasiswa yang menayakan lagi. Terkait yang dilempar lempar, Bertanya mengenai KRS seperti matkul apa saja yang sebaiknya saya ambil itu harusnya bertanya kepada dosen wali. Kalau ada batal tambah bisa disampaikan ke dosen wali bukan malah ke TU karena itu bukan kapasitasnya TU dan nantinya dosen wali yang akan menyampaikan kejurusan. Misalkan ujian terkadang itu bertanya keadmin jurusan lainnya bukan ke admin jurusan ujian. Terkadang WA dilewati atau belum dibalas harap dimaklumi karena WA mahasiswa banyak jadi kita sudah membaca tapi responnya tidak langsung. Untuk urusan KRS, KHS itu pertama kedosen wali dulu baru kejurusan terus ke puskom. Surat menyurat online masih bisa saya handle kalau offline sama pak udin. Ada jalur-jalur yang harus ditaati mahasiswa, tidak semuanya harus ke KPU kecuali responnya lama. Terkait permintaan surat itu ada prosesnya, jangan baru WA pagi tadi siangnya sudah menanyakan sudah jadi apa belum.

4. KERINGANAN UKT

* Keresahan Mahasiswa

  • Syarat yang diajukan diharapkan lebih dipermudah. Karena syarat yang sulit dan birokrasi yang panjang membuat mahasiswa kesulitan untuk mengajukan keringanan UKT. (1. Dispensasi Pembayaran : Birokrasi dalam pengajuan dispensasi tetap diminta membayar UKT terlebih dahulu padahal tujuan dispensasi untuk memberikan waktu lagi dalam pembayaran UKT. Saran, untuk diseleksi dan disetujui sebelum tenggat pembayaran berakhir. 2. Keringanan UKT : Beberapa syarat yang harus diajukan seperti SKTM, slip gaji, slip pembayaran listrik. Tidak semua orang tua memiliki syarat tersebut.
  • (Banyak mahasiswa yang belum mengetahui tentang adanya keringanan UKT bahkan data untuk keringanan UKT banyak dari temanteman yang berharap tidak ada data terbaru untuk keringanan UKT. Akan tetapi proses acc yang kurang terbuka dan lama akhirnya membuat mereka yang memiliki satu-satunya harapan pada permohonan itu, jadi semakin kesulitan karena tenggat pembayaran administrasi sudah melewati batas. Alangkah lebih baik apabila pihak fakultas membentuk tim yang mengurus tentang keringanan UKT tersebut. Selain itu juga akan lebih baik bila ada timeline yang jelas, minimal sejak H-7 sebelum pembukuan permohonan keringanan UKT dan kalau bisa pengumuman tentang siapa saja yang menerima UKT dapat diumumkan secara online disosmed fakultas agar tidak ada terjadi informasi yang simpang siur.)
  • Fasilitas yang didapat selama pandemi dirasa kurang karena tidak sesuai dengan jumlah UKT yang harus dibayarkan. (Selama ini pembayaran UKT selalu full dan hanya mendapat 1X potongan saat awal pandemi saja dan tidak diteruskan sedangkan mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus seperti listrik, WiFi, ruangan, dll. Bahkan modul yang biasanya saat offline kita dapatkan, malah saat online seperti ini kita hanya mendapatkan soft file saja. Kami beritahu jika untuk masalah fasilitas gedung dan tempat kami tidak bisa memaksa untuk mendapatkan itu. Mungkin akan lebih baik bila fasilitas yang kita dapatkan saat offline diganti menjadi pembagian modul/buku gratis dan kuota gratis untuk menunjang perkuliahan online kami.)
  • Keringanan UKT kurang dirasakan secara signifikan karena hanya ada potongan diawal pandemi saja dan untuk keringanan selanjutnya harus melalui tahap seleksi yang panjang, sedangkan dampak pandemi dirasakan oleh seluruh mahasiswa. (Seperti yang kita ketahui , kita pernah mendapatkan potongan sebesar 5% dari UKT yang dibayarkan dan itu hanya satu kali saja. Pandemi ini memberikan dampak yang cukup besar pada keadaan financial dikeluarga mahasiswa. Seperti penghasilan yang menurun, tetapi kebutuhan masih sama bahkan bertambah. Kami berharap, kami bisa mendapatkan potongan UKT.

*Tanggapan

  • Prof. Hj. Olivia Fachrunnisa, SE., M.Si., Ph.D, UKT hanya dijalankan dari universitas, sudah menyampaikan kepada pihak rektorat. Keringan Ukt diberikan kepada mahasiswa yang kesulitan, dan ada beberapa golongan orang tua yang tidak berkenan untuk dipotong UKTnya. Mahasiswa diharap untuk tidak memandang proses tolabul ilmi sebagai proses transaksi.
  • Dr. Luluk Muhimatul Ifadha, SE., M.Si., Akt. Dulu sudah ada potongan UKT yang diberikan kepada semua mahasiswa tetapi ternyata dari BEM PT menyatakan bahwa tidak semua mahasiswa terdampak pandemi covid-19. Kemudian diputuskan untuk diberikan kepada hanya yang terdampak. Pada bulan Maret TA 2020/2021 proses pencairan UKT memang mengalami keterlambatan karena satu dan lain hal. Tidak semua yang mendaftar keringanan UKT diterima karena ada yang orang tuanya PNS dan masih memiliki kendaraan roda 4 lalu dianggap untuk tidak menerima potongan. Dan yang sudah pernah menerima beasiswa dan lainnya memberikan kesempatan yang lain untuk menerima keringanan UKT. Untuk UKT dari universitas membuat link, dari FE sudah minta waktu dan sudah di infokan ke PR, tidak harus menggunakan slip gaji boleh surat keterangan penghasilan orang tua dan bermaterai. Usaha yang sudah berdampak berat, ringan, dan tidak terdampak.
  • Mutoharoh, SE., M.Sc. Setiap beasiswa/bantuan itu ada kuotanya sehingga tidak bisa semua yang mengajukan serta merta kami setujui karena ada kuota dan proses seleksi. Persyaratan untuk bantuan UKT diantaranya karena keluarga yang tidak mampu atau keluarga yang terdampak. Untuk keluarga terdampak/ tidak mampu itu jika penghasilan dibawah 3 juta. Ketika registrasi kebetulan belum ada biaya maka bisa ajukan dispensasi. Ketika mengajukan bantuan harus ada dasarnya seperti pendapatan, pekerjaan orang tua, tanggungan ada berapa orang dalam keluarga dan seterusnya. Para Mahasiswa yang punya prestasi dan kontribusi lebih dibandingkan mahasiswa lain akan mendapatkan bantuan/beasiswa.
  • Sunarti Untuk proses pengajuan dispensasi sudah ada di Ig FE Unissula. Untuk yang terkena cekal keuangan itu sudah menjadi urusannya universitas, jadi kalau ada yang terkena cekal keuangan silahkan bertanya kepada saya nanti kita kasih hotline nya dari universitas

5. PROGRAM MB-KM

* Keresahan Mahasiswa

  • Program MBKM cukup berjalan sesuai dengan yang diharapkan. (Karena program MBKM di FE UNISSULA merupakan yang pertama, semua tahapan pelaksanaan dimulai dari sosialisasi – pendaftaran – pelaksanaan kegiatan sudah berjalan sesuai dengab yang diinginkan. Semoga FE UNISSULA dapat mempertahankan program MBKM ditahun berikutnya.)
  • Program MBKM cukup menarik, karena sudah diterapkan oleh beberapa mahasiswa FE Unissula. (Dalam tahun pertama ini program MBKM telah diikuti oleh 135 mahasiswa. Setiap peserta terlihat begitu antusias terhadap program MBKM terutama dalam program magang. Semoga hal ini memicu teman – teman untuk mengikuti program ini pada tahun selanjufnya agar pesertanya sendiri dapat bertambah dari tahun ke tahun).
  • Program MBKM memberikan pengalaman dan pengetahuan baru untuk peserta MBKM. (Karena dengan adanya program ini khususnya untuk kegiatan magang, mahasiswa mendapatkan pengalaman hingga ilmu selama kegiatan berlangsung. Selain itu mahasiswa menjadiebih mengenal bagaimana dunia kerja sebenarnya.
  • Program MBKM merupakan program yang baru di FE sehingga prosesnya masih belum terstruktur dengan baik.
  • Program MBKM belum memiliki sistematika prosedur yang jelas. (Dari 2 point diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa karena MBKM merupakan program baru bagi FE UNISSULA, maka masih ada kekurangan. Diantaranya adalah proses yang belum tertata dengan baik. Misal, dari awal terjadi keterlambatan dalam proses pendaftaran , kemudian pelaksanaan magang yang seharusnya dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret mundur menjadi akhir Maret. Hingga pelaksanaan ujian laporan magang yang mengalami meterlambatan dari batas waktu yang ditentukan karena masih banyak mahasiswa yang belum melaksanakan sidang. Hal ini mempengaruhi terlambatnya waktu konversi nilai di SIM UNISSULA. Harapannya semoga program ini ditahun selanjutnya dipersiapkan dengan matang mengenai timeline program tersebut. Sehingga sidang ujian dapat dilaksanakan sesuai dengan waktunya dan bisa selesai sesuai target.)

*Tanggapan

  • Dr. Hendar, SE., M.Si. Program MBKM, program ini di FE termasuk yang paling awal memulainya bahkan ditiru olrh program studi lainnya, karena Ketika ditawari khitbah dari MBKM hanya dua dari unissula yang mengajukan, yaitu dari S1 Akuntansi dan S1 Manajemen. Karena itu ada kewajiban untuk melakukan program itu selama satu semester. Waktu itu memang mulai bulan desember baru di dapat dan pelaksanaanya baru bulan januari sehingga memang agak terlambat, akibatnya MBKM yang seharusnya 6 bulan itu paling efektifnya Cuma 4 bulanan karena prosesnya yang cukup lama juga. MBKM ini sebuah pilihan boleh ikut ataupun tidak. Nah program ini sangat ditunjukkan untuk menjaring mahasiswa yang semester 5 untuk disuruh memilih di semester 6 nanti mau milih MBKM atau tidak. Sebab nanti sosialisai dan tempat magang diharap semester 5 itu udah selesai dan semester 6 tinggal mengoptimalkan agar 20 sks itu benar-benar mentes, maksudnya soft skill dan hard skillnya benar didapat oleh mahasiswa yang MBKM itu.

6. PENGUMUMAN UJIAN

* Keresahan Mahasiswa

  • Sudah cukup informatif, karena semua informasi aktif disebarkan di social media.
  • Pelaksanaan ujian sudah disusun dan terlaksana sesuai jadwal. (Pelaksanaan pra ujian yang telah dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa berjalan sesuai dengan jadwal yang ada, sehingga ujian dapat terlaksana sesuai harapan.)
  • Beberapa dosen pembimbing yang responnya lambat terhadap mahasiswa. (Masih ada beberapa dosen pembimbing yang memberikan respon lambat atau bahkan tidak merespon sama sekali. Tentunya hal ini menghambat proses bimbingan penyusunan pra skripsi bagi mahasiswa yang sudah siap melakukan bimbingan. Besar harapan mahasiswa agar dosen bisa merespon mahasiswa yang ingin melakukan bimbingan. Sehingga mahasiswa yang telah siap daoat segera melaksanakan ujian.)
  • Jadwal yang dibagikan dirasa terlalu mendadak, saran dari mahasiswa minimal h-3 jadwal ujian bisa di share di social media FE Unissula agar mahasiswa mempunyai persiapan yang cukup.
  • Jadwal Ujian sebaiknya tidak hanya di upload di prodi tetapi kesemua media sosial FE Unissula. (Saran untuk kedepannya, agar jadwal ujian bisa dishare ke semua plarform sosial media FE UNISSULA & semua IG ormawa FE UNISSULA)

* Tanggapan

Dr. Hendar, SE., M.Si. Terkait dengan informasi yang sering mendadak, bahwasanya missal ujian pra skripsi itu sebenarnya sudah dijawal minggu pertama, kedua, ketiga, keempat dan itu sudah terjadwal. Tapi ada kalanya untuk ujian tersebut memang harus dilakukan untuk penyelamatan. Kemudian setelah itu harus ada proses percepatan, dan perbaikan jadi orang-orang yang seperti itu dipanggil, dibimbing dikampus suruh mengerjakan sehingga pada batas waktunya dia bisa terselamatkan, maka untuk hal seperti ini biasanya informasinya mendadak. respon dosen telat, itu tidak semuanya karena sudah dihimbau agar para dosen bisa gercep dalam merespon.

Demikian hasil TEMU DEKAN ini dibuat, sebagai kerangka umum pelaksanaan agenda Temu Dekan. Semoga kedepannya menjadi lebih baik lagi dan harapanya Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNISSULA dapat berpartisipasi menyampaikan aspirasinya guna menunjang kesejahteraan mahasiswa semua dalam jangka panjang. Kurang lebihnya mohon maaf. Teriring doa Jazakumullah ahsanal jazaa, Wa jazaakumullah katsiro.